Oleh: bloggerlumajang | September 6, 2008

Berbagi Pengalaman YPKGM Lumajang dalam Proses Sertifikasi Kopi Organik

Kopi sebagai komoditas utama kawasan lereng semeru telah menopang kehidupan sebagian besar masyarakat , dibudidayakan secara alami, dengan kepemilikan lahan yang rata – rata 0,45 ha. Pengelolaan kebun dilakukan secara tumpang sari dengan tanaman sela pisang, mbothe dan empon – empon serta ternak kambing yang dapat memberikan penghidupan yang berkelanjutan melalui panenan harian , mingguan , bulanan , tahunan sehingga dapat mempertahankan keberlanjutan usaha tani.
Pengembangan program Pertanian Berkelanjutan dengan fokus komoditas kopi dapat menopang kegiatan pertanian yang berkelanjutan secara ekonomi , ekologi , sosial budaya dengan memperhatikan aspek keadilan dan relasi gender serta ketahanan pangan. YPKGM Lumajang bekerjasama dengan VECO Indonesia berperan dalam pengembangan rantai komoditas kopi melalui kerjasama multi pihak.

Pengembangan komoditas kopi menjadi bahan olahan berupa bubuk kopi organik merupakan salah satu kegiatan untuk meningkatkan nilai tambah komoditas kopi. Kopi watu klosot berkembang menjadi salah satu produk home industri yang dapat berkembang pesat. Namun demikian , ternyata packing kopi yang mencantumkan organik menjadi tantangan tersendiri , karena ternyata kopi watu klosot belum mendapatkan sertifikat organik.
Aspek legalitas masih dibutuhkan oleh konsumen melalui jaminan sertifikasi dalam lembaga yang berkompetan. Dari kebutuhan tersebut , maka YPKGM melakukan kerjasama dengan Lesos sebagai lembaga sertikasi yang sekaligus berkerjasama pula dengan Departemen Pertanian dan Bio Inspecta.
Pengalaman dalam mengikuti proses sertifikasi organik menjadi pengalaman penting yang mungkin daat bermanfaat untuk proses belajar kita bersama.

Dari proses sertifikasi , kami dapat belajar beberapa hal menarik diantaranya :

  • Pentingnya Dokumentasi
  • Persyaratan utama dalam sertifikasi adalah dokumentasi kegiatan usaha tani di kebun yang secara umum belum kita lakukan secara baik , sehingga kita banyak belajar tentang aspek pendokumetasian kegiatan usaha tani secara baik.
  • Standar dan Prosedur
  • Sertifikasi organik mensyaratkan standar dan prosedur keorganikan produk mulai dari budidaya hingga pasca panen.
  • Tantangan pemasaran
  • Pemasaran hasil kopi organik menjadi tantangan tersendiri dalam menjamin keberlanjutan proses berikutnya. Kita belajar tentang pemasaran produk organik dan semakin kita mendalaminya tenyata peluang dan tatangannya sunguh sangat menarik.
  • Kerjasama Multi pihak
  • Apresiasi organik
  • Kampanye PB

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: