Oleh: bloggerlumajang | Oktober 17, 2008

Jangan kita Berhalakan Kekuasaan (Refleksi Pasca terpilihnya SA'AT)

Euphoria Pergantian Kepemimpinan masih bergema, pucuk dicinta ulampun tiba, saatnya masyarakat memilih sendiri pemimpinnya secara langsung “one man one vote” yang bermakna suara konglomerat dan suara orang melarat hakikatnya adalah sama dan sederajat. Pemimpin harus menyadari sepenuhnya dinamika ini, pemimpin tidak bisa lagi sekedar mengandalkan mesin-mesin politik bekerja untuknya, pemimpin – pemimpin yang ingin dipilih dituntut terjun langsung di tengah-tengah masyarakat bersaing untuk meraih simpati dan merebut hati masyarakat.

Batas antara Pilihan dan Tuntutan
Masyarakat sebagai pemilik suara dan berdaulat secara politik adakalanya memiliki tuntutan – tuntutan pada saat menjatuhkan sebuah pilihan, pemimpin yang pada akhirnya terpilih sesungguhnya akan hidup didalam zaman dan episode baru yang dipenuhi dengan tuntutan demi tuntutan yang senantiasa akan melingkari kekuasaan.
Pemimpin di pusat kekuasaan ibarat gula – gula yang tidak pernah sepi didatangi oleh semut – semut dan kawanannya. Pada saat yang sama manisnya gula – gula di pusat kekuasaan akan senantiasa menarik dan menggiurkan untuk diperebutkan oleh semut – semut pemburu dan pemuja kekuasaan.
Dwilogi Pilihan dan Tuntutan adalah sesuatu yang lumrah saja sebenarnya namun tanpa pengaturan dan pembatasan secara tegas maka tuntutan – tuntutan yang bergulir kemudian akan cenderung bebas dan berpotensi untuk berkembang menjadi kebablasan.
Beberapa fakta perlu diuraikan disini, kecenderungan ini terjadi di hampir semua tempat di Lumajang dan utamanya dilakukan oleh kelompok – kelompok masyarakat yang merasa “memiliki” aset berupa dukungan kepada sang pemimpin terpilih.
Dalam hampir keseluruhan kegiatan seolah – olah masyarakat ingin melibatkan sang pemimpin secara langsung, simak saja beberapa kegiatan buka puasa bersama, reuni hingga halal bihalal. Yang menarik kegiatan – kegiatan yang dimaksud adakalanya bersifat- lokal dan terbatas sehingga perlu ditinjau kembali seberapa pentingkah menghadirkan N1 atau N2.

Pendek kata Tepatkah jika Tasyakuran RT, reuni satu angkatan sebuah sekolah tinggi, Halal Bihalal sebuah TK menuntut kehadiran sang pemimpin yang pikiran dan tenaganya sesungguhnya lebih dituntut untuk fokus menangani permasalahan yang lebih besar dan strategis bagi mewujudkan sebesar-besarnya kemakmuran masyarakat Lumajang ?!?!

Jangan Berhalakan Kekuasaan
Pilkada langsung ternyata memang berimbas melahirkan sebuah siklus pilihan dan tuntutan utamanya bagi semut – semut dan para pemuja kekuasaan dan karenanya menjadi penting bagi kita untuk bersama-sama menyadari bahwa sudah bukan zamannya lagi kita menjadi orang – orang yang memuja dan memberhalakan kekuasaan…Wallahu A’lam (10/2008)

Topik Diskusi di Forum Lumajang Online :
http://lumajang-online.com/forum/index.php?topic=486.0


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: