Oleh: bloggerlumajang | Juni 4, 2009

SURAU DIATAS BUKIT (Sebuah Refleksi Perjalanan)

Surau diatas bukit

Tertawan dingin hembusan sang angin

Kala malam menidurkan letih

Baringkan gundah gulana jiwa yang menyesakkan dada

Surau diatas bukit

Sejukkan raga, sejukkan rasa

Terbawa pasrah dalam senandung ilahiah

Kala Bertitik Iman menggema menjelma

benamkan bertitik hampa yang membelenggu jiwa

Bait-bait suci perlahan terdengar

Serasa hati ini terpetik bergetar

di gelap nurani lentera mulai berpijar

Bersama Riang bocah-bocah yang khusyuk mengeja alif-ba-ta

Lalu tenggelam dalam sebuah lirik lagu, hening dan syahdu

“Oh ya Allah … Ya Rabbi

Kulo nyuwun saged Ngaji

Saged paham lan saged ngerti

Dados ilmu ingkang manfaati

“Agama Islam agomo suci

Ora iso ngaji awake rugi

Rugi dunyo ora dadi opo

Rugi Akherat bakal ciloko…”

Surau diatas bukit

Mengukir sebuah jejak persinggahan jiwa

kala asa tertegak diatas sebuah cita-cita

merindukan hadirnya cahaya…senantiasa

(Oleh : Badrut Tamam Gaffas, Ranupane)



Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: