Oleh: bloggerlumajang | Juli 7, 2009

Rumah Kreatif & TBM Arjuna Mendukung Pengembangan Pusat Pelatihan Pasca Panen Berbasis Ekowisata

Kecil itu indah. Small is beautifull. Sukses tidak selalu berpenampilan besar dan hebat, tetapi bisa juga diawali oleh hal-hal yang kecil dan sepele. Paradigma demikian menjadi motivasi bagi penggiat dan pekerja sosial yang senantiasa berkutat untuk mengemban misi mencerdaskan dan meningkatkan kualitas manusia. Tema-tema seperti pengangguran, keterpurukan, kegagalan bekerja dan semacamnya itu menjadi input bagi sekelompok pekerja sosial yang bermarkas persis di belakang Kantor Kejaksaan Lumajang itu.

Sebuah rumah yang cukup mewakili keberadaan misi sosial tersebut menjadi pintu masuk bagi segala kesuntukan kehidupan. Rumah yang digagas sebagai ‘kawah candradimuka’ ini menawarkan solusi sederhana tetapi tepat yang dikemas dalam perpaduan pusat informasi & pelatihan dan rekreasi wisata. Rumah ini memang terbuka untuk umum, khususnya bagi mereka yang ingin memperluas cakrawala berpikirnya dan ingin mengembangkan bisnisnya untuk menjadi manusia yang mandiri dengan berbagai ketrampilan yang dimilikinya.

Pengunjung bukan hanya disuguhi dengan secangkir kopi robusta produk lokal yang alami tetapi bisa praktik langsung untuk belajar bagaimana meracik kopi dan lebih penting lagi adalah belajar memproduksi kopi kemasan sampai siap jual di pasaran. Kopi hanya salah satu komoditas itu, disamping prosesing sejumlah tumbuhan toga yang bermanfaat bagi kesehatan. Pengunjung akan dibimbing oleh beberapa orang tutor yang berpengalaman di bidangnya.

Inilah pabrik mini yang memadukan konsep wisata dan bisnis, di dalamnya pengunjung akan memperoleh sejumlah keuntungan dan informasi berharga. Disamping pelatihan-pelatihan, pabrik mini juga dilengkapi dengan akses internet seluas-luasnya dan Taman Bacaan Masyarakat (TBM Arjuna) yang dilengkapi dengan ratusan judul buku untuk semua kalangan masyarakat.

Rumah ini juga menjadi tempat transit yang nyaman bagi pengunjung sebelum melanjutkan rute wisatanya ke tempat-tempat yang lebih eksotik dan romantis seperti ke Watu Klosot


Watu Klosot merupakan kawasan wisata yang memiliki mata air yang oleh umat tertentu dianggap suci. Mata air itu keluar dari celah bebatuan yang dialirkan melalui sebatang bambu dan memancar jatuh ke bawah, ke balik semak-semak belukar. Air ini suci dalam arti bisa diminum secara langsung baik dengan menampungnya melalui cangkir maupun dengan menengadahkan mulut dan meminumya dari saluran bambu. Keunikan tempat ini salah satunya adalah deretan batu-batu besar yang merupakan sisa-sisa banjir Gunung Semeru. Batu-batu itu membujur dengan indahnya membentuk berbagai tiruan benda-benda yang kita kenal sehari-hari. Ada salah satu batu yang saking besarnya dan bentuknya menyerupai perahu sehingga dinamakan batu perahu. Dan di antara deretan batu-batu itu terdapat sejalur jalan berkelok-kelok menciptakan pemandangan tersendiri.

Berdiri di atas batu besar kemudian pandangan di arahkan nun jauh ke sana, ke Gunung Semeru yang menjulang tinggi dihempas angin pegunungan yang sejuk dan menggigit tulang akan menjadi pengalaman yang tak akan terlupakan sepanjang hidup. Ada salah satu batu yang persis terletak dengan gagahnya di atas tebing. Ini menjadi sudut yang sangat dinikmati pengunjung, sudut ini biasa disebut sebagai relung meditasi. Orang-orang yang berkunjung ke sana biasanya menyempatkan diri untuk merenung sejenak, mencari kedamaian hati dengan duduk sambil mendekapkan tangan di depan dada.

Di bawah sana merupakan kawasan cagar alam yang luas membentang. Jika sedang beruntung kita akan melihat elang Jawa, burung yang sangat langka bersiul-siul di angkasa. Elang itu kadang mendekat dan hinggap di ranting-ranting pohon. Keberadaan burung yang dilindungi ini sudah semakin menyusut, sehingga perlu ada upaya intensif untuk melestarikannya. Lebih langka lagi adalah keberadaan harimau Jawa yang diduga masih ada sisa-sisanya dan berkeliaran di lereng-lereng Gunung Semeru. Penduduk setempat sering melihatnya melintasi jalan setapak sebelum menghilang ke dalam hutan.

Menarik Bukan, jadi tidaklah salah jika TBM Arjuna turut berpartisipasi dalam mensosialisasikan program ini…Bagaimana menurut anda ?!?!


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: